Ternyata, Indira Gandhi adalah superwoman paling populer di milenium ke dua (s/d akhir 1999). Pamornya lebih tinggi dibanding wanita-wanita hebat Eropa semacam Margaret Thatcher, Ratu Elizabeth I, ataupun Joan of Arc.
Predikat “terhebat” disematkan kepada wanita India itu oleh para partisipan jajak pendapat yang digelar oleh BBC News Online. Urutan peringkat di bawah Indira adalah (2) Ratu Elizabeth I, (3) Ibu Theresa, (4) Marie Curie, (5) Margaret Thatcher, (6) Joan of Arc, (7) Emmeline Pankhurst, (8) Setiap wanita, (9) Aung San Suu Kyi, dan (10) Eleanor Roosevelt.
Sayangnya, poll ini tidak disertai data tentang siapa dan dari kalangan mana para pemilihnya. Juga, berapa jumlah suara yang didapat oleh masing-masing wanita super itu sehingga sangat diragukan keabsahannya. Namun demikian, tidak ada salahnya kita berkenalan kembali dengan sebagian dari mereka tanpa memusingkan kontroversi jajak pendapat tersebut. Bagaimanapun, Indira Gandhi, Thatcher, maupun Aung San Suu Kyi adalah wanita-wanita yang memberi inspirasi atau pengaruh sangat kuat bagi negara dan kaumnya di bidang masing-masing.
Indira Gandhi (1917-1984)
Inilah wanita terkuat Asia yang telah empat kali menduduki tampuk pemerintahan sebagai perdana menteri. Ia lahir dengan nama Indira Priyadarshani di Allahabad, 19 November 1917. Ia menjabat perdana menteri India pada periode 1966-1977 dan periode 1980-1984 sebelum akhirnya mati ditembak oleh pengawalnya sendiri.
Indira adalah anak tunggal keluarga tokoh besar Jawaharlal Nehru dengan Kamala. Kelahirannya sempat disambut ogah-ogahan oleh keluarga besarnya yang mengharapkan cucu lelaki. Dalam keyakinan orang-orang India, anak atau cucu pertama “seharusnya” lelaki. Namun, kakeknya, Motilal Nehru, menenangkan mereka dengan mengatakan, “Anak perempuan ini kelak akan lebih baik dari seribu anak lelaki.”
Indira pernah mengungkapkan bahwa di masa kecilnya dia merasa kesepian dan tidak aman. Bukan hanya karena kurang teman sebaya, tetapi juga karena ibunya yang sering sakit-sakitan itu tidak dapat secara penuh menjalankan perannya sebagai seorang ibu rumah tangga. Indira tumbuh di saat orang tua dan seluruh keluarganya, termasuk Mahatma Gandhi, sibuk berkecimpung di kancah gerakan nasional. Sekolahnya berpindah-pindah dan tidak sistimatis. Indira masih terlalu muda untuk memahami arti surat ayahnya yang datang dari penjara pada awal tahun 1930an (kemudian hari ditulis dalam buku Nehru’s Glimpses of World History). Hanya satu tahun saja di masa-masa itu Indira dapat menikmati enaknya berada dalam organisasi Shantiniketan yang didirikan Rabindranath Tagore, dan satu tahun saat kuliah pendek di Somerville College, Oxford.
(lagi…)
Komentar sahabat